Rabu, 21 Oktober 2015

ini aku bang, buat kamu



Hai bang, kamu apa kabar?
Kamu sama pacarmu baik – baik aja kan?
Kamu yang selalu menjadi panutanku, menjadi penghiburku, menjadi penuntunku, yang mengerti semua yang ada pada diriku.
Bang, aku sayang kamu bang. Aku gak mau kehilangan kamu.
Saat kamu bilang “kita kakak adekan aja, kalau ngapa-ngapain gak usah pakai rasa nanti ndak ada yang tersakiti, tapi kalau kamu punya pacar aku tetep cembur”. Lah bang, emang menurutmu nek kamu punya pacar aku gak cemburu? Kamu Cuma deket sama cewek aja aku cemburu lo.
Tapiapalah aku, Cuma dianggap adik kecilnya, aku Cuma dicari saat kamu sendiri, saat kamu kesepian, saat kamu membutuhkan.
Makasih ya kiriman bunga bunganya, aku bahagia bang. Kamu abangku.
Pernah gak bang ngrasain, kalau pengen lebih kakak adek tapi Cuma dianngap gitu. Sakit ya bang. Rasanya aku pengen berhenti dengan semua ini, tapi aku gak mau kehilangan kamu bang.
Aku sayang sama kamu bang. Aku cemburu kalau kamu sama yang lain. Tapi mau gimana lagi ada sesosok bidadari yang jauh disana yang mengisi hari-harimu bang, yang mengisi kekosongan rung dihatimu.
Aku bisa apa? Aku Cuma bisa berikan apa yang menurutmu itu belum cukup dan selamanya belum cukup bang. Semoga bahagia ya. Kumohon lepaskan aku bang, atau gak tarik aku dalam setiap peluk dan doamu bang. Seperti aku yang selalu memeluk dan mengucap namamu dalam setiap doa dan sujudku.

Selasa, 22 September 2015

Ini Penuh Kejutan. Terimakasih Tuhan



Dua bulan itu terlalu singkat menurutku. Kamu seorang laki-laki yang mulai hadir dalam hidupku, dalam keseharianku, bahkan selalu ada dalam setiap lantunan doa yang aku panjatkan. Tiada kesempurnaan dalam dirimu, tetapi tiada kesempurnaan itu yang membuat aku yakin dengan apa yang kamu lakukan. Tidak sombong, menuntun aku,membimbing aku, menjadi seseorang yang selalu aku banggakan didepan teman-temanku. Menjadi seseorang yang selalu ada disetiap lintasan berfikirku.
Kamu seseorang yang selalu mengingatkan aku makan, orang yang selalu mengingatkan aku beribadah, seseorang yang mau membangunkan aku di sepertiga malamku, seseorang yang mengerti keadaanku, walaupun aku sakit dialah yang paling perhatian.
Seseorang yang berjanji kepadaku akan berhenti melakukan hal-hal buruk itu. Seseorang yang selalu aku temani hingga dia berada dalam tempat kerjanya.
Seseorang itu. Kamu. Sekarang dia sibuk. Dia beda. Bahkan untuk punya waktu dengan aku aja sulit. Bahkan untuk memberi kabar kepadaku aja tak sempat. Untuk menemaniku pun menjadi suatu keadaan yang sangat langka aku dapatkan.
Pernah aku merasa bosan dengan keadaan-keadaan seperti ini, tapi aku ingat. Iya ingat ketika kamu selalu menjadi yang terbaik. Ingat disaat kamu selalu berrjuang dengan aku. Bahkan untuk merasa bosan itupun langsung hilang tanpa ku fikirkan lagi. Bahkan untuk menyebutmu dalam setiap doaku pun aku tak pernah lupa, aku tak pernah bosan, aku tak pernah lelah.
Apa itu kamu lakukan untuk aku juga? Enggak kan? :) iyaa aku mah apa di hidupmu. Aku itu kamu anggap aja udah seneng, aku kamu kasih waktu aja udah terbang, aku kamu kasih kabar aja langsung tersenyum lebar.
Maafin aku ya. Aku udah buat kehidupanmu menjadi terganggu, aku menjadi beban hidupmu. Aku orang yang paling bawel dalam keseharianmu, aku orang paling ngeyel kalau kamu kasi tau.
Di satu posisi, aku setiap malam yang menunggumu bangun beranjak bekerja tanpa aku fikir aku siapa sih dihidupmu?
Untuk masa laluku sebelum kamu. Aku menganggaphal itu tak terjadi karena aku yakin ada kamu di masa kehidupanku mendatang. Untuk mengenal laki-laki di luar sana pun aku tak mampu, karena aku yakin dengan kehadiranmu ini. Untuk chat, untuk maen, untuk pergi dengan laki-laki lain pun aku tak bisa karena aku yakin aku sudah punya yang lebih pantas untuk hidupku sekarang dan seterusnya.
Manusia itu gak ada yang sempurna sayang, tapi dengan kehadiranmu dalam hidupku aku menganggap ini lebih dari sempurna.
Kini kamu mempunyai pilihanmu sendiri. Aku bisa apa? Aku menyayangimu dalam doa, aku mencintaimu dalam angan, aku merindukanmu dalam rasa.
Semoga kamu bahagia ya. Untuk suatu saat ketika kamu bahagia, jangan pernah lupa ada seseorang yang selalu ingin kamu bimbing, ada seseorang yang selalu merindukanmu dalam setiap malamnya. Jangan bersedih untuk orang yang kamu sayang. Aku kuat dengan keadaan ini. Aku ikhlas dengan segala ketentuan yang diberikan Tuhan untukku. Mungkin ada seseorang yang bisa membuatmu bahagia.
Untuk malam inipun. Kamu tak bisa untuk menatapku. Kamu tak bisa untuk sedikit berbicara kepadaku. Perasaan ini tertekan dengan keadaan itu. Bahkan untuk berbicara untuk melihat akupun kamu gak bisa. Untuk membalas pesan singkatkupun kamu tak sempat. Untuk mengabariku malam inipun kamu tak sanggup. Aku bisa apa? Selain aku mengadu kepada Tuhan tentang ini?
Jangan hiraukan aku, aku tetap disini mendoakanmu, menemanimu. Aku gak akan pernah menyesal dengan kehadiranmu ini. Aku bahagia. Aku Sayang Kamu :)