Minggu, 17 September 2017

bukan sepucuk surat, ini hanya selarik kata



Teringat bagaimana cara untuk memulai sebuah rasa yang baru. Sebuah rasa yang mengajarkan kita akan sesuatu hal yang dinamakan ikhlas.
Seseorang baru begitu juga dengan rasa yang baru. Dimana sebuah perkenalan mengajarkan arti dari sebuah kehilangan dan perpisahan. Tidak semua hal yang dianggap baik akan menjadikan kita menuju ke baik. Bahkan yang kita anggap “ini dia” belum tentu di tujukan kepada kita.
Apa begitu kehidupan ini?
Dari sebuah perkenalan bisa menyimpulkan bagaimana aku harus bersikap. Oh dia baik, oh dia pintar, oh dia sempurna. Itu tidak cukup. Dia yang selalu berada dalam setiap keseharianku. Keseharian yang menurutku menuju sempurna bersama. Itu salah, salah dalam arti langkah. Kenapa secepat itu harus memiliki rasa senyaman seperti setahun bersama.
Manis dalam tutur kata, ketika sedang berada bersama, kau yang membuat indah akan semuanya. Indah dalam arti mimpi dan nyata. Nyata belum tentu bahagia, indah sesaat mungkin. Mungkin berada dalam titik dimana kita akan selalu menjadi satu. Kau lupa akan hal itu, engkau dengan sigap dan tegasnya pergi dalam sebuah lamunan. Sebuah lamunan yang entah kemana arahnya akan tertuju.
Aku. Yang sedang belajar dalam sebuah kenyataan, kenyataan yang mengajarkan ku harus menjadi pribadi yang istiqomah dan ikhlas menghadapi kehidupan. Belajar dari sebuah perjuangan naik bersama hingga dibatas ketinggian, lalu jatuh tak tertolong ketika semua yang kamu inginkan sudah ada di depan kamu.
Kau lupa bagaimana aku berjuang demi seseorang yang ingin mencapai kebahagiaan, lupa dengan bagaimana aku yang selalu ada ketika kamu memanggil. Bukan sekeddar itu, jarak antara aku dengan kamu terlampau cukup jauh, akupun berani untuk menyanjangi dan menuntunmu menuju kesuksesanmu.
Tapi, entah apa yang ada di pikiranmu?
Pernahkah kamu sekilas berfikir? Dimana seseorang itu? Dimana dia yang selalu ada ketika aku ada di dalam sebuah titik terendahku? Apa dia sekarang peduli denganku? Atau kemana dia yang selalu aku panggil ketika aku butuh sebuah dukungan dan perhatian.
Tidak, jika aku bisa menjawab semua itu. Aku disini, aku kan kembali ketika kamu butuh pelukan dan dukungan ketika kamu bilang “disini dan temani aku ya”
Aku ingin berada disampingmu ketika kau menjemput kesuksesanmu. Tapi semua tak mungkin ada, ketika kau tak pernah berpikir tentang bagaimana aku sekarang. Seolah olah kau buang aku ke dalam sebuah hutan. Yang tak pernah lagi kau temui. Tapi disini ku selalu mendoakan semua yang ingin kau capai.
Aku sayang kamu, sayang bukan Cuma kamu. Tetapi semua keadaan dalam dirimu. Ku tak menuntut sempurna. Karena berada dengan mu, aku melihat kehidupan ini menuju sebuah kesempurnaan. Pernahkah aku menuntut kepadamu ketika aku ingin benar-benar berada di dalam hati mu?
Tidak, karena aku selalu berdoa. Ketika apa yang menjadi kelemahanku suatu saat akan menjadi sebuah kelebihan yang kau cari.
Semoga sukses selalu, tak hentinya aku selalu mendoakan mu dalam setiap sujud malamku.
I miss you.
Semoga kelak ketika kamu membaca tulisan ini kamu memahaminya.
Ingat kamu baca tulisan ini, dan dari detik ini hitunglah... 3 bulan kemudian. Cari aku dan hubungi aku. Ku kan selalu menerima keluh kesahmu.
#HDWP

Selasa, 27 Desember 2016

dari Ibel untuk Abra



Ada seorang gadis, gadis yang periang, polos, tidak pendendam. Suatu ketika dia menemukan sesosok lelaki yang dianggapnya dapat memberikan kenyamanan dalam setiap langkahnya untuk menjalani kehidupab ini. Anggap saja gadis itu ibel dan lelaki itu abra. Ibel sangat percaya kepada abra, karena sifat abra yang sangat dewasa dalam membimbing ibel. Ibel pun semakin yakin dengan kehadiran abra. Sudah hampir 6 tahun ini abra selalu didekat ibel. Sehari-hari mereka berssama, ibel sedih abra pun datang. Abra membutuhkan sesuatu ibel yang datang. Satu tahun terakhir ini hubungan abra dan ibel sangat rapuh. Kesungguhan ibel yang berusaha tetap menyayanginya sirna tak dianggap. Padahal sehari ibel tak pernah menghilang untuk selalu memperhatikan keadaan abra. Berbeda dengan abra, abra mempunyai seorang kekasih yang selalu diidam-idamkan. Abra tak pernah menganggap ibel ada. Dia menganggap abra penting dalam hidupnya hanya dalam keadaan mendesak dan sangat dibutuhkan. Tak pernah sesekali abra menanyakan segalanya yang dirasakan oleh ibel. Betapa sakitnya ibel ketika harus melihat abra bermesraan dengan yang lain, selalu melihat segala usaha nya hanya untuk yang lain. Yang selalu mendengar orang-orang mengatakan hal yang sesungguhnya tanpa tau apa yang dirasakan ibel. Rasanya ibel ingin mengakhiri hidupnya. Tapi ibelpun kat dengan kehadiran sahabt-sahabatnya yang selalu menassehati. Tanpa berfikir untuk menjauh dengan abra, ibel pun selalu berusaha agar abra bahagia tanpa memikirkan efek kedepannya. Begitu dalam rasa sayang yang dirasakan ibel sehingga ketika ibel memiliki seorang kekasih, ibel hanya merasa sedang ditemani bukan sedang berkomitmen. Pikiran ibel selalu menuju pada abra. Seiap malampun yang ada dalam mimpi ibel selalu abra abra abra. Kekasih ibel yang begitu sayang, perhatian, dan semuanya untuk ibel pun masih kalah dengan hati ibel yang hanya untuk abra. Suatu saat ibel mendengar abra mengalami kesusahan, begitu paniknya ibel berbondong bondong mencari kejelasan akan keadaannya. Tetapi sebaliknya, ketika ibel sakit pun abra hanya bisa tersenyum dan mengolok-olok. Tak pernah sesekali abra mengingat akan adanya nama ibel di dunia ini. Yang selalu diingat hanyalah nama kekasih dan teman-teman yang dia anggap baik. Tapi ibel tidak pernah putus asa untuk mendoakan segala yang terbaik. Segala sesuatu yang pernah dialami atau yang pernah dilakukan mereka pun tak pernah akan hilang dalam benak ibel. Betapa sakitnya ketika harus melihat dengan mata kepala sendiri dengan begitu mesranya dihadapan semua orang. Mungkin orang-orang akan mengatakan jika ibel tersebut gila karena mempertahankan orang yang benar-benar telah merusak hidupnya, telah mengacaukan segala harapannya. Abra pun tak memikirkan bagaimana perasaan ibel yang selama ini dijadikan seperti kekasihnya tapi tak pernah dianggap. Dari dulu abra selalu bilang kalau dia tidak pernah memberi harapan, itu salah. Dengan semua kejadian ini, ini lebih dari sebuah harapan akan dijadikan pacar. Ibelpun tetap tersenyum dalam menjalankan kehidupan yang selalu mengekangnya. Setiap hari pekerjaan semua hancur gara-gara selalu memikirkan hal-hal tersebut. Teman-teman ibelpun bersikeras untuk menjauhkan ibel dan abra. Karena sayang itu melebihi dari sebuah cinta. Sayang itu tulus, sayang itu lebih dari segalanya. Untuk kehilangan seseorang yang diidam-idamkan dalam masa depannya pun tak sanggup. Untuk kehilangan seseorang yang selalu ada dalam hati dan fikirannya pun rasanya setengah mati untuk menahan semuanya.
Untuk renungan saja semuanya.
Untuk si cewek : apa kamu kuat dalam menjalani hidup yang tiada berarti ini, yang menyayangi dengan setulus hati dan rela melakukan segalanya untuk seseorang yang hampir dibilang setiap hari menyakiti hati dan fikirannya. Untuk keluar zona agar hati nya terbuka pun sulit. Hanya melihat keadaannya pun sudah bahagia apalagi melihat senyumnya untuk kita. Tetapi semua hati dan senyumnya itu diberikan untuk orang lain.
Untuk cowok ; apa kamu tidak menyadari kalau perbuatan yang kamu lakukan itu tidak hanya menyakiti 1 orang perempuan? Disini kamu menyakiti 4 perempuan (Aku, kekasihmu, Mamamu, dan Mamaku) ingat ya boys. Suatu ketika hanya tinggal pilihan jika benar-benar si cewek tidak kuat dalam menjalani hidupnya. Kau apa aku yang akan mati duluan. Pesanku saja sih. Hargailah segala perasaan orang yang benar-benar menyayangimu, jangan dilihat dikala kamu merasakan senang. Flashback ajalah. Kamu butuh mendesak datang kesiapa? Kamu ada kebutuhan mendesak siapa dulu yang menghampirimu?
Tidak akan ada orang yang benar-benar rela tanpa dia memiliki rasa sayang yang sangat tulus jika semua yang si cewek miliki hanya untuk kamu boys.
Karena si cewek tidak membutuhkan sebuah nasehat dan perkataan darimu, dia hanya membutuhkan sebuah tanggungjawab darimu. Sekian dan terimakasih.

            Tertanda
            DD

Rabu, 21 Oktober 2015

ini aku bang, buat kamu



Hai bang, kamu apa kabar?
Kamu sama pacarmu baik – baik aja kan?
Kamu yang selalu menjadi panutanku, menjadi penghiburku, menjadi penuntunku, yang mengerti semua yang ada pada diriku.
Bang, aku sayang kamu bang. Aku gak mau kehilangan kamu.
Saat kamu bilang “kita kakak adekan aja, kalau ngapa-ngapain gak usah pakai rasa nanti ndak ada yang tersakiti, tapi kalau kamu punya pacar aku tetep cembur”. Lah bang, emang menurutmu nek kamu punya pacar aku gak cemburu? Kamu Cuma deket sama cewek aja aku cemburu lo.
Tapiapalah aku, Cuma dianggap adik kecilnya, aku Cuma dicari saat kamu sendiri, saat kamu kesepian, saat kamu membutuhkan.
Makasih ya kiriman bunga bunganya, aku bahagia bang. Kamu abangku.
Pernah gak bang ngrasain, kalau pengen lebih kakak adek tapi Cuma dianngap gitu. Sakit ya bang. Rasanya aku pengen berhenti dengan semua ini, tapi aku gak mau kehilangan kamu bang.
Aku sayang sama kamu bang. Aku cemburu kalau kamu sama yang lain. Tapi mau gimana lagi ada sesosok bidadari yang jauh disana yang mengisi hari-harimu bang, yang mengisi kekosongan rung dihatimu.
Aku bisa apa? Aku Cuma bisa berikan apa yang menurutmu itu belum cukup dan selamanya belum cukup bang. Semoga bahagia ya. Kumohon lepaskan aku bang, atau gak tarik aku dalam setiap peluk dan doamu bang. Seperti aku yang selalu memeluk dan mengucap namamu dalam setiap doa dan sujudku.

Selasa, 22 September 2015

Ini Penuh Kejutan. Terimakasih Tuhan



Dua bulan itu terlalu singkat menurutku. Kamu seorang laki-laki yang mulai hadir dalam hidupku, dalam keseharianku, bahkan selalu ada dalam setiap lantunan doa yang aku panjatkan. Tiada kesempurnaan dalam dirimu, tetapi tiada kesempurnaan itu yang membuat aku yakin dengan apa yang kamu lakukan. Tidak sombong, menuntun aku,membimbing aku, menjadi seseorang yang selalu aku banggakan didepan teman-temanku. Menjadi seseorang yang selalu ada disetiap lintasan berfikirku.
Kamu seseorang yang selalu mengingatkan aku makan, orang yang selalu mengingatkan aku beribadah, seseorang yang mau membangunkan aku di sepertiga malamku, seseorang yang mengerti keadaanku, walaupun aku sakit dialah yang paling perhatian.
Seseorang yang berjanji kepadaku akan berhenti melakukan hal-hal buruk itu. Seseorang yang selalu aku temani hingga dia berada dalam tempat kerjanya.
Seseorang itu. Kamu. Sekarang dia sibuk. Dia beda. Bahkan untuk punya waktu dengan aku aja sulit. Bahkan untuk memberi kabar kepadaku aja tak sempat. Untuk menemaniku pun menjadi suatu keadaan yang sangat langka aku dapatkan.
Pernah aku merasa bosan dengan keadaan-keadaan seperti ini, tapi aku ingat. Iya ingat ketika kamu selalu menjadi yang terbaik. Ingat disaat kamu selalu berrjuang dengan aku. Bahkan untuk merasa bosan itupun langsung hilang tanpa ku fikirkan lagi. Bahkan untuk menyebutmu dalam setiap doaku pun aku tak pernah lupa, aku tak pernah bosan, aku tak pernah lelah.
Apa itu kamu lakukan untuk aku juga? Enggak kan? :) iyaa aku mah apa di hidupmu. Aku itu kamu anggap aja udah seneng, aku kamu kasih waktu aja udah terbang, aku kamu kasih kabar aja langsung tersenyum lebar.
Maafin aku ya. Aku udah buat kehidupanmu menjadi terganggu, aku menjadi beban hidupmu. Aku orang yang paling bawel dalam keseharianmu, aku orang paling ngeyel kalau kamu kasi tau.
Di satu posisi, aku setiap malam yang menunggumu bangun beranjak bekerja tanpa aku fikir aku siapa sih dihidupmu?
Untuk masa laluku sebelum kamu. Aku menganggaphal itu tak terjadi karena aku yakin ada kamu di masa kehidupanku mendatang. Untuk mengenal laki-laki di luar sana pun aku tak mampu, karena aku yakin dengan kehadiranmu ini. Untuk chat, untuk maen, untuk pergi dengan laki-laki lain pun aku tak bisa karena aku yakin aku sudah punya yang lebih pantas untuk hidupku sekarang dan seterusnya.
Manusia itu gak ada yang sempurna sayang, tapi dengan kehadiranmu dalam hidupku aku menganggap ini lebih dari sempurna.
Kini kamu mempunyai pilihanmu sendiri. Aku bisa apa? Aku menyayangimu dalam doa, aku mencintaimu dalam angan, aku merindukanmu dalam rasa.
Semoga kamu bahagia ya. Untuk suatu saat ketika kamu bahagia, jangan pernah lupa ada seseorang yang selalu ingin kamu bimbing, ada seseorang yang selalu merindukanmu dalam setiap malamnya. Jangan bersedih untuk orang yang kamu sayang. Aku kuat dengan keadaan ini. Aku ikhlas dengan segala ketentuan yang diberikan Tuhan untukku. Mungkin ada seseorang yang bisa membuatmu bahagia.
Untuk malam inipun. Kamu tak bisa untuk menatapku. Kamu tak bisa untuk sedikit berbicara kepadaku. Perasaan ini tertekan dengan keadaan itu. Bahkan untuk berbicara untuk melihat akupun kamu gak bisa. Untuk membalas pesan singkatkupun kamu tak sempat. Untuk mengabariku malam inipun kamu tak sanggup. Aku bisa apa? Selain aku mengadu kepada Tuhan tentang ini?
Jangan hiraukan aku, aku tetap disini mendoakanmu, menemanimu. Aku gak akan pernah menyesal dengan kehadiranmu ini. Aku bahagia. Aku Sayang Kamu :)

Rabu, 31 Desember 2014

Semua hanya kau dan kau



Kehidupan ku seperti sandiwara, ada yang datang juga ada yang pergi. Kemarin ada seseorang yang ingin mengubah kehidupan ku menjadi berwarna, dan kau yang selama ini menjadi satu-satu nya dalam hidupku kembali untuk memberikan harapan untuk ku. Aku tak tau apa aku hanya menjadi persinggahan sementara apa aku hanya sebagai tempat kesepian saja. Orang-orang yang mendekati aku selalu memberi harapan palsu. Setelah semua berakhir, kamu ! iya kamu yang selama ini membuat aku hancur, muncul lagi dan menghilang lagi. Seperti layaknya boneka diambil lalu dibuang. Sakit sekali, jika memang kamu sudah ada yang punya, tak seharusnya kamu mendekati aku sejauh ini. Memangnya kedekatan kita ini tidak menimbulkan rasa?? Mungkin kamu menganggapnya seperti itu. Tapi, aku seorang wanita yang mempunyai hati pasti tersadar oleh semua yang pernah kita rasakan selama ini. Aku capek dengan persaan ini. Tuhan kirimkan aku lelaki yang bertanggung jawab kirimkan aku seseorang yang dapat membuat aku bahagia dan berada lurus dijalanMu.