Hai bang, kamu apa kabar?
Kamu sama pacarmu baik – baik aja kan?
Kamu yang selalu menjadi panutanku, menjadi penghiburku,
menjadi penuntunku, yang mengerti semua yang ada pada diriku.
Bang, aku sayang kamu bang. Aku gak mau kehilangan kamu.
Saat kamu bilang “kita kakak adekan aja, kalau ngapa-ngapain
gak usah pakai rasa nanti ndak ada yang tersakiti, tapi kalau kamu punya pacar
aku tetep cembur”. Lah bang, emang menurutmu nek kamu punya pacar aku gak
cemburu? Kamu Cuma deket sama cewek aja aku cemburu lo.
Tapiapalah aku, Cuma dianggap adik kecilnya, aku Cuma dicari
saat kamu sendiri, saat kamu kesepian, saat kamu membutuhkan.
Makasih ya kiriman bunga bunganya, aku bahagia bang. Kamu abangku.
Pernah gak bang ngrasain, kalau pengen lebih kakak adek tapi
Cuma dianngap gitu. Sakit ya bang. Rasanya aku pengen berhenti dengan semua
ini, tapi aku gak mau kehilangan kamu bang.
Aku sayang sama kamu bang. Aku cemburu kalau kamu sama yang
lain. Tapi mau gimana lagi ada sesosok bidadari yang jauh disana yang mengisi
hari-harimu bang, yang mengisi kekosongan rung dihatimu.
Aku bisa apa? Aku Cuma bisa berikan apa yang menurutmu itu
belum cukup dan selamanya belum cukup bang. Semoga bahagia ya. Kumohon lepaskan
aku bang, atau gak tarik aku dalam setiap peluk dan doamu bang. Seperti aku
yang selalu memeluk dan mengucap namamu dalam setiap doa dan sujudku.