Dua bulan itu terlalu singkat menurutku. Kamu seorang
laki-laki yang mulai hadir dalam hidupku, dalam keseharianku, bahkan selalu ada
dalam setiap lantunan doa yang aku panjatkan. Tiada kesempurnaan dalam dirimu,
tetapi tiada kesempurnaan itu yang membuat aku yakin dengan apa yang kamu
lakukan. Tidak sombong, menuntun aku,membimbing aku, menjadi seseorang yang
selalu aku banggakan didepan teman-temanku. Menjadi seseorang yang selalu ada
disetiap lintasan berfikirku.
Kamu seseorang yang selalu mengingatkan aku makan, orang
yang selalu mengingatkan aku beribadah, seseorang yang mau membangunkan aku di
sepertiga malamku, seseorang yang mengerti keadaanku, walaupun aku sakit dialah
yang paling perhatian.
Seseorang yang berjanji kepadaku akan berhenti melakukan
hal-hal buruk itu. Seseorang yang selalu aku temani hingga dia berada dalam
tempat kerjanya.
Seseorang itu. Kamu. Sekarang dia sibuk. Dia beda. Bahkan untuk
punya waktu dengan aku aja sulit. Bahkan untuk memberi kabar kepadaku aja tak
sempat. Untuk menemaniku pun menjadi suatu keadaan yang sangat langka aku
dapatkan.
Pernah aku merasa bosan dengan keadaan-keadaan seperti ini,
tapi aku ingat. Iya ingat ketika kamu selalu menjadi yang terbaik. Ingat disaat
kamu selalu berrjuang dengan aku. Bahkan untuk merasa bosan itupun langsung
hilang tanpa ku fikirkan lagi. Bahkan untuk menyebutmu dalam setiap doaku pun
aku tak pernah lupa, aku tak pernah bosan, aku tak pernah lelah.
Apa itu kamu lakukan untuk aku juga? Enggak kan? :)
iyaa aku mah apa di hidupmu. Aku itu kamu anggap aja udah seneng, aku kamu
kasih waktu aja udah terbang, aku kamu kasih kabar aja langsung tersenyum
lebar.
Maafin aku ya. Aku udah buat kehidupanmu menjadi terganggu,
aku menjadi beban hidupmu. Aku orang yang paling bawel dalam keseharianmu, aku
orang paling ngeyel kalau kamu kasi tau.
Di satu posisi, aku setiap malam yang menunggumu bangun
beranjak bekerja tanpa aku fikir aku siapa sih dihidupmu?
Untuk masa laluku sebelum kamu. Aku menganggaphal itu tak
terjadi karena aku yakin ada kamu di masa kehidupanku mendatang. Untuk mengenal
laki-laki di luar sana pun aku tak mampu, karena aku yakin dengan kehadiranmu
ini. Untuk chat, untuk maen, untuk pergi dengan laki-laki lain pun aku tak bisa
karena aku yakin aku sudah punya yang lebih pantas untuk hidupku sekarang dan
seterusnya.
Manusia itu gak ada yang sempurna sayang, tapi dengan
kehadiranmu dalam hidupku aku menganggap ini lebih dari sempurna.
Kini kamu mempunyai pilihanmu sendiri. Aku bisa apa? Aku menyayangimu
dalam doa, aku mencintaimu dalam angan, aku merindukanmu dalam rasa.
Semoga kamu bahagia ya. Untuk suatu saat ketika kamu
bahagia, jangan pernah lupa ada seseorang yang selalu ingin kamu bimbing, ada
seseorang yang selalu merindukanmu dalam setiap malamnya. Jangan bersedih untuk
orang yang kamu sayang. Aku kuat dengan keadaan ini. Aku ikhlas dengan segala
ketentuan yang diberikan Tuhan untukku. Mungkin ada seseorang yang bisa
membuatmu bahagia.
Untuk malam inipun. Kamu tak bisa untuk menatapku. Kamu tak
bisa untuk sedikit berbicara kepadaku. Perasaan ini tertekan dengan keadaan
itu. Bahkan untuk berbicara untuk melihat akupun kamu gak bisa. Untuk membalas
pesan singkatkupun kamu tak sempat. Untuk mengabariku malam inipun kamu tak
sanggup. Aku bisa apa? Selain aku mengadu kepada Tuhan tentang ini?
Jangan hiraukan aku, aku tetap disini mendoakanmu,
menemanimu. Aku gak akan pernah menyesal dengan kehadiranmu ini. Aku bahagia. Aku
Sayang Kamu :)