Selasa, 27 Desember 2016

dari Ibel untuk Abra



Ada seorang gadis, gadis yang periang, polos, tidak pendendam. Suatu ketika dia menemukan sesosok lelaki yang dianggapnya dapat memberikan kenyamanan dalam setiap langkahnya untuk menjalani kehidupab ini. Anggap saja gadis itu ibel dan lelaki itu abra. Ibel sangat percaya kepada abra, karena sifat abra yang sangat dewasa dalam membimbing ibel. Ibel pun semakin yakin dengan kehadiran abra. Sudah hampir 6 tahun ini abra selalu didekat ibel. Sehari-hari mereka berssama, ibel sedih abra pun datang. Abra membutuhkan sesuatu ibel yang datang. Satu tahun terakhir ini hubungan abra dan ibel sangat rapuh. Kesungguhan ibel yang berusaha tetap menyayanginya sirna tak dianggap. Padahal sehari ibel tak pernah menghilang untuk selalu memperhatikan keadaan abra. Berbeda dengan abra, abra mempunyai seorang kekasih yang selalu diidam-idamkan. Abra tak pernah menganggap ibel ada. Dia menganggap abra penting dalam hidupnya hanya dalam keadaan mendesak dan sangat dibutuhkan. Tak pernah sesekali abra menanyakan segalanya yang dirasakan oleh ibel. Betapa sakitnya ibel ketika harus melihat abra bermesraan dengan yang lain, selalu melihat segala usaha nya hanya untuk yang lain. Yang selalu mendengar orang-orang mengatakan hal yang sesungguhnya tanpa tau apa yang dirasakan ibel. Rasanya ibel ingin mengakhiri hidupnya. Tapi ibelpun kat dengan kehadiran sahabt-sahabatnya yang selalu menassehati. Tanpa berfikir untuk menjauh dengan abra, ibel pun selalu berusaha agar abra bahagia tanpa memikirkan efek kedepannya. Begitu dalam rasa sayang yang dirasakan ibel sehingga ketika ibel memiliki seorang kekasih, ibel hanya merasa sedang ditemani bukan sedang berkomitmen. Pikiran ibel selalu menuju pada abra. Seiap malampun yang ada dalam mimpi ibel selalu abra abra abra. Kekasih ibel yang begitu sayang, perhatian, dan semuanya untuk ibel pun masih kalah dengan hati ibel yang hanya untuk abra. Suatu saat ibel mendengar abra mengalami kesusahan, begitu paniknya ibel berbondong bondong mencari kejelasan akan keadaannya. Tetapi sebaliknya, ketika ibel sakit pun abra hanya bisa tersenyum dan mengolok-olok. Tak pernah sesekali abra mengingat akan adanya nama ibel di dunia ini. Yang selalu diingat hanyalah nama kekasih dan teman-teman yang dia anggap baik. Tapi ibel tidak pernah putus asa untuk mendoakan segala yang terbaik. Segala sesuatu yang pernah dialami atau yang pernah dilakukan mereka pun tak pernah akan hilang dalam benak ibel. Betapa sakitnya ketika harus melihat dengan mata kepala sendiri dengan begitu mesranya dihadapan semua orang. Mungkin orang-orang akan mengatakan jika ibel tersebut gila karena mempertahankan orang yang benar-benar telah merusak hidupnya, telah mengacaukan segala harapannya. Abra pun tak memikirkan bagaimana perasaan ibel yang selama ini dijadikan seperti kekasihnya tapi tak pernah dianggap. Dari dulu abra selalu bilang kalau dia tidak pernah memberi harapan, itu salah. Dengan semua kejadian ini, ini lebih dari sebuah harapan akan dijadikan pacar. Ibelpun tetap tersenyum dalam menjalankan kehidupan yang selalu mengekangnya. Setiap hari pekerjaan semua hancur gara-gara selalu memikirkan hal-hal tersebut. Teman-teman ibelpun bersikeras untuk menjauhkan ibel dan abra. Karena sayang itu melebihi dari sebuah cinta. Sayang itu tulus, sayang itu lebih dari segalanya. Untuk kehilangan seseorang yang diidam-idamkan dalam masa depannya pun tak sanggup. Untuk kehilangan seseorang yang selalu ada dalam hati dan fikirannya pun rasanya setengah mati untuk menahan semuanya.
Untuk renungan saja semuanya.
Untuk si cewek : apa kamu kuat dalam menjalani hidup yang tiada berarti ini, yang menyayangi dengan setulus hati dan rela melakukan segalanya untuk seseorang yang hampir dibilang setiap hari menyakiti hati dan fikirannya. Untuk keluar zona agar hati nya terbuka pun sulit. Hanya melihat keadaannya pun sudah bahagia apalagi melihat senyumnya untuk kita. Tetapi semua hati dan senyumnya itu diberikan untuk orang lain.
Untuk cowok ; apa kamu tidak menyadari kalau perbuatan yang kamu lakukan itu tidak hanya menyakiti 1 orang perempuan? Disini kamu menyakiti 4 perempuan (Aku, kekasihmu, Mamamu, dan Mamaku) ingat ya boys. Suatu ketika hanya tinggal pilihan jika benar-benar si cewek tidak kuat dalam menjalani hidupnya. Kau apa aku yang akan mati duluan. Pesanku saja sih. Hargailah segala perasaan orang yang benar-benar menyayangimu, jangan dilihat dikala kamu merasakan senang. Flashback ajalah. Kamu butuh mendesak datang kesiapa? Kamu ada kebutuhan mendesak siapa dulu yang menghampirimu?
Tidak akan ada orang yang benar-benar rela tanpa dia memiliki rasa sayang yang sangat tulus jika semua yang si cewek miliki hanya untuk kamu boys.
Karena si cewek tidak membutuhkan sebuah nasehat dan perkataan darimu, dia hanya membutuhkan sebuah tanggungjawab darimu. Sekian dan terimakasih.

            Tertanda
            DD