Ada seorang gadis, gadis yang
periang, polos, tidak pendendam. Suatu ketika dia menemukan sesosok lelaki yang
dianggapnya dapat memberikan kenyamanan dalam setiap langkahnya untuk menjalani
kehidupab ini. Anggap saja gadis itu ibel dan lelaki itu abra. Ibel sangat
percaya kepada abra, karena sifat abra yang sangat dewasa dalam membimbing
ibel. Ibel pun semakin yakin dengan kehadiran abra. Sudah hampir 6 tahun ini
abra selalu didekat ibel. Sehari-hari mereka berssama, ibel sedih abra pun
datang. Abra membutuhkan sesuatu ibel yang datang. Satu tahun terakhir ini
hubungan abra dan ibel sangat rapuh. Kesungguhan ibel yang berusaha tetap
menyayanginya sirna tak dianggap. Padahal sehari ibel tak pernah menghilang
untuk selalu memperhatikan keadaan abra. Berbeda dengan abra, abra mempunyai
seorang kekasih yang selalu diidam-idamkan. Abra tak pernah menganggap ibel
ada. Dia menganggap abra penting dalam hidupnya hanya dalam keadaan mendesak
dan sangat dibutuhkan. Tak pernah sesekali abra menanyakan segalanya yang dirasakan
oleh ibel. Betapa sakitnya ibel ketika harus melihat abra bermesraan dengan
yang lain, selalu melihat segala usaha nya hanya untuk yang lain. Yang selalu
mendengar orang-orang mengatakan hal yang sesungguhnya tanpa tau apa yang
dirasakan ibel. Rasanya ibel ingin mengakhiri hidupnya. Tapi ibelpun kat dengan
kehadiran sahabt-sahabatnya yang selalu menassehati. Tanpa berfikir untuk
menjauh dengan abra, ibel pun selalu berusaha agar abra bahagia tanpa
memikirkan efek kedepannya. Begitu dalam rasa sayang yang dirasakan ibel
sehingga ketika ibel memiliki seorang kekasih, ibel hanya merasa sedang
ditemani bukan sedang berkomitmen. Pikiran ibel selalu menuju pada abra. Seiap
malampun yang ada dalam mimpi ibel selalu abra abra abra. Kekasih ibel yang
begitu sayang, perhatian, dan semuanya untuk ibel pun masih kalah dengan hati
ibel yang hanya untuk abra. Suatu saat ibel mendengar abra mengalami kesusahan,
begitu paniknya ibel berbondong bondong mencari kejelasan akan keadaannya.
Tetapi sebaliknya, ketika ibel sakit pun abra hanya bisa tersenyum dan
mengolok-olok. Tak pernah sesekali abra mengingat akan adanya nama ibel di
dunia ini. Yang selalu diingat hanyalah nama kekasih dan teman-teman yang dia
anggap baik. Tapi ibel tidak pernah putus asa untuk mendoakan segala yang
terbaik. Segala sesuatu yang pernah dialami atau yang pernah dilakukan mereka
pun tak pernah akan hilang dalam benak ibel. Betapa sakitnya ketika harus
melihat dengan mata kepala sendiri dengan begitu mesranya dihadapan semua
orang. Mungkin orang-orang akan mengatakan jika ibel tersebut gila karena
mempertahankan orang yang benar-benar telah merusak hidupnya, telah mengacaukan
segala harapannya. Abra pun tak memikirkan bagaimana perasaan ibel yang selama
ini dijadikan seperti kekasihnya tapi tak pernah dianggap. Dari dulu abra
selalu bilang kalau dia tidak pernah memberi harapan, itu salah. Dengan semua
kejadian ini, ini lebih dari sebuah harapan akan dijadikan pacar. Ibelpun tetap
tersenyum dalam menjalankan kehidupan yang selalu mengekangnya. Setiap hari
pekerjaan semua hancur gara-gara selalu memikirkan hal-hal tersebut.
Teman-teman ibelpun bersikeras untuk menjauhkan ibel dan abra. Karena sayang
itu melebihi dari sebuah cinta. Sayang itu tulus, sayang itu lebih dari
segalanya. Untuk kehilangan seseorang yang diidam-idamkan dalam masa depannya
pun tak sanggup. Untuk kehilangan seseorang yang selalu ada dalam hati dan
fikirannya pun rasanya setengah mati untuk menahan semuanya.
Untuk renungan saja semuanya.
Untuk si cewek : apa kamu kuat
dalam menjalani hidup yang tiada berarti ini, yang menyayangi dengan setulus
hati dan rela melakukan segalanya untuk seseorang yang hampir dibilang setiap
hari menyakiti hati dan fikirannya. Untuk keluar zona agar hati nya terbuka pun
sulit. Hanya melihat keadaannya pun sudah bahagia apalagi melihat senyumnya
untuk kita. Tetapi semua hati dan senyumnya itu diberikan untuk orang lain.
Untuk cowok ; apa kamu tidak
menyadari kalau perbuatan yang kamu lakukan itu tidak hanya menyakiti 1 orang
perempuan? Disini kamu menyakiti 4 perempuan (Aku, kekasihmu, Mamamu, dan
Mamaku) ingat ya boys. Suatu ketika hanya tinggal pilihan jika benar-benar si
cewek tidak kuat dalam menjalani hidupnya. Kau apa aku yang akan mati duluan.
Pesanku saja sih. Hargailah segala perasaan orang yang benar-benar
menyayangimu, jangan dilihat dikala kamu merasakan senang. Flashback ajalah.
Kamu butuh mendesak datang kesiapa? Kamu ada kebutuhan mendesak siapa dulu yang
menghampirimu?
Tidak akan ada orang yang
benar-benar rela tanpa dia memiliki rasa sayang yang sangat tulus jika semua
yang si cewek miliki hanya untuk kamu boys.
Karena si cewek tidak membutuhkan
sebuah nasehat dan perkataan darimu, dia hanya membutuhkan sebuah tanggungjawab
darimu. Sekian dan terimakasih.
Tertanda
DD