Teringat bagaimana cara untuk
memulai sebuah rasa yang baru. Sebuah rasa yang mengajarkan kita akan sesuatu
hal yang dinamakan ikhlas.
Seseorang baru begitu juga dengan
rasa yang baru. Dimana sebuah perkenalan mengajarkan arti dari sebuah
kehilangan dan perpisahan. Tidak semua hal yang dianggap baik akan menjadikan
kita menuju ke baik. Bahkan yang kita anggap “ini dia” belum tentu di tujukan
kepada kita.
Apa begitu kehidupan ini?
Dari sebuah perkenalan bisa
menyimpulkan bagaimana aku harus bersikap. Oh dia baik, oh dia pintar, oh dia
sempurna. Itu tidak cukup. Dia yang selalu berada dalam setiap keseharianku. Keseharian
yang menurutku menuju sempurna bersama. Itu salah, salah dalam arti langkah. Kenapa
secepat itu harus memiliki rasa senyaman seperti setahun bersama.
Manis dalam tutur kata, ketika
sedang berada bersama, kau yang membuat indah akan semuanya. Indah dalam arti
mimpi dan nyata. Nyata belum tentu bahagia, indah sesaat mungkin. Mungkin berada
dalam titik dimana kita akan selalu menjadi satu. Kau lupa akan hal itu, engkau
dengan sigap dan tegasnya pergi dalam sebuah lamunan. Sebuah lamunan yang entah
kemana arahnya akan tertuju.
Aku. Yang sedang belajar dalam
sebuah kenyataan, kenyataan yang mengajarkan ku harus menjadi pribadi yang
istiqomah dan ikhlas menghadapi kehidupan. Belajar dari sebuah perjuangan naik
bersama hingga dibatas ketinggian, lalu jatuh tak tertolong ketika semua yang
kamu inginkan sudah ada di depan kamu.
Kau lupa bagaimana aku berjuang
demi seseorang yang ingin mencapai kebahagiaan, lupa dengan bagaimana aku yang
selalu ada ketika kamu memanggil. Bukan sekeddar itu, jarak antara aku dengan
kamu terlampau cukup jauh, akupun berani untuk menyanjangi dan menuntunmu
menuju kesuksesanmu.
Tapi, entah apa yang ada di
pikiranmu?
Pernahkah kamu sekilas berfikir? Dimana
seseorang itu? Dimana dia yang selalu ada ketika aku ada di dalam sebuah titik
terendahku? Apa dia sekarang peduli denganku? Atau kemana dia yang selalu aku
panggil ketika aku butuh sebuah dukungan dan perhatian.
Tidak, jika aku bisa menjawab
semua itu. Aku disini, aku kan kembali ketika kamu butuh pelukan dan dukungan
ketika kamu bilang “disini dan temani aku ya”
Aku ingin berada disampingmu
ketika kau menjemput kesuksesanmu. Tapi semua tak mungkin ada, ketika kau tak
pernah berpikir tentang bagaimana aku sekarang. Seolah olah kau buang aku ke
dalam sebuah hutan. Yang tak pernah lagi kau temui. Tapi disini ku selalu
mendoakan semua yang ingin kau capai.
Aku sayang kamu, sayang bukan Cuma
kamu. Tetapi semua keadaan dalam dirimu. Ku tak menuntut sempurna. Karena berada
dengan mu, aku melihat kehidupan ini menuju sebuah kesempurnaan. Pernahkah aku
menuntut kepadamu ketika aku ingin benar-benar berada di dalam hati mu?
Tidak, karena aku selalu berdoa. Ketika
apa yang menjadi kelemahanku suatu saat akan menjadi sebuah kelebihan yang kau
cari.
Semoga sukses selalu, tak hentinya
aku selalu mendoakan mu dalam setiap sujud malamku.
I miss you.
Semoga kelak ketika kamu membaca
tulisan ini kamu memahaminya.
Ingat kamu baca tulisan ini, dan
dari detik ini hitunglah... 3 bulan kemudian. Cari aku dan hubungi aku. Ku kan
selalu menerima keluh kesahmu.
#HDWP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar