Senin, 29 Desember 2014

Waktu Terindah



Malam ini, ketika aku selesai menunaikan shalat Maghrib. Tiba-tiba ponsel ku berbunyi, ada sebuah pesan dari Dia. “katanya kamu mau beli sepatu? Jadi nggak? Ayok mumpung aku udah pulang kerja” seketika itu aku langsung bergegas segera ganti baju. Setelah aku selesai menunaikan shalat Isya aku langsung menunggu bersama Ayah dan Ibu ku di depan rumahku.
Tak lama kemudian Dia datang menjemputku. Kami sempat kehujanan di jalan. Pertama tujuan kami ke sebuah tempat parfum. Katanya Dia dapat titipan parfum gitu deh. Setelah selesai membeli parfum, kami lanjutkan beli sepatu. Tujuan pertama di toko sekitar jalan Mataram. Kami mendapatkan running shoes.
Perjalanan kami lanjutkan untuk membeli sepatu lagi. Di puteran deket Malioboro kami terjebak macet, alhasil motor nyeliip-nyelip gitu deh. Memasuki kawasan malioboro kami masuk toko Bata, kami memilih banyak sepatu disitu tetapi tidak ada yang Dia inginkan.
Lanjut kami ke Mall Malioboro, kami masuk ke Bata juga, tetapi pilihan cuma sedikit, kemudian kami masuk ke Matahari Mall disitu tidak ada yang Dia ingingkan juga. Kami pun langsung keluar mall, kami kehujanan saat menyebrang jalan dan menuju Ramayana. Di Ramayana kami menyusuri beberapa sepatu, alhasil tak dapat lagi deh. Dan kami kehujanan lagi yak.
Kami putuskan untuk ke Ramayana yang satunya. Waktu parkir, bapak tukang parkirnya bilang “Mas, jangan lama-lama ya setengah jam lagi parkirnya tutup”. Kami langsung bergegas masuk ke Ramayana, naik ke lantai 3 melihat sepatu. Ternyata sepatunya sama semua dengan Ramayana yang sebelumnya. Setelah berlama-lama menyusuri sepatu, akhirnya Dia dapat sepatu yang pas buat Dia, Dia bingung mau beli satu apa dua. Dia putuskan buat beli sepatu berwarna coklat.
Setelah keduanya mendapatkan sepatu, kami pun pulang kerumah. Sekitar jalan Malioboro kami kehujanan, waktu sampai jalan Godean ternyata disitu reda. Pukul 22.00 kami sampai rumah. Waktu itu aku bingung karena jalan pulangnya tidak menuju rumahku, ternyata aku dibawa pulang kerumahnya dahulu buat menaruh sepatunya.
Selesai menaruh sepatunya, aku diantar pulang kerumah. Dan, alhamdulillah kamu bertanggungjawab mengantarkan aku sampai rumah. Terimakasih ya buat muter-muternya gara-gara nyari sepatu buat kamu itu.
Inilah hal sederhana yang bisa membuat menjadi spesial. Walaupun harus hujan-hujanan, dan aku baru dalam keadaan sakit. Tetapi moment ini yang membuat aku menjadi bahagia, menjadi bersemangat untuk selalu berucap syukur Alhamdulillah. Walaupun terkadang kamu membuat aku menangis. Tetapi jika sudah didepan mata, kamu yang dapat melukis senyuman di wajahku.
Terimakasih atas waktu yang sudah kamu luangkan untukku. Tidak akan aku lupakan, tidak akan aku sia-siakan. Kamu yang sederhana yang membuat segalanya istimewa.

7 komentar:

  1. Cieeee yg ujan2an berdua, ciee yg muter2 berdua,, cieee,ciieee

    BalasHapus
  2. Hayok siapa? Dianya jgn pake D besar yaa beda arti

    BalasHapus
  3. desy :biar jelas kalauhurufnya pake besar haha
    Mujia : iya pengen ya pengen ya ?;p

    BalasHapus
  4. cie cie kakak lg seneng,,,.. berbunga-bunga hatinya

    BalasHapus
  5. hahaha enggak sih, cuma pas lagi kepeneran

    BalasHapus